Ikuti @TKD_AntasariBJM

Berita Terbaru

Pelatihan Dasar Kepengurusan Taekwondo (PDKT) 2015



Di tahun 2015 ini UKM-BD Taekwondo IAIN Antasari Banjarmasin kembali mengadakan kegiatan tahunan khususnya untuk pengurus baru yaitu yang biasa kita sebut dengan Pelatihan Dasar Kepengurusan Taekwondo (PDKT) yang dilaksanakan pada tanggal 5-6 desember 2015 di aula Fakultas Tarbiyah & Keguruan IAIN Antasari Banjarmasin, yang menjadi ketua SC itu Istiqamah dan yang menjadi ketua OC adalah M. Muflihannor. Disini para pengurus baru tersebut diberikan materi dan praktek tentang surat menyurat, corel draw, pelatihan, technical acara, pembuatan proposal dan sosial media.
Langsung aja yaaa kita lihat foto-foto keseruan kegiatan ini.....!!!





Naaah itu saja sekilas info tentang salah satu kegiatan dari UKM-BD Taekwondo IAIN Antasari Banjarmasin di bulan desember ini....yeeeee


Leave a Comment Read More

Mentaati Asas-asas Taekwondo



Kalian ngaku anggota bela diri Taekwondo??? Masih ingat gak sama janji yang ke-2....?
Iya,,,Mentaati asas-asa Taekwondo
Ini dia...
Asas-Asas Taekwondo
(TAEKWONDO TENETS)
Di dalam ajaran Taekwondo terdapat prinsip-prinsip tentang kebaikan yang sangat mendasar dan harus dimiliki setiap taekwondoin dan melaksanakannya, yaitu:
1. COURTESY (Budi Pekerti): Seorang taekwondoin harus memiliki budi pekerti yang baik dan sikap yang sopan. Baik terhadap Pengurus, Pelatih, sesama Taekwondoin dan terhadap sesama manusia.
2. INTEGRITY (Kejujuran): Seorang taekwondoin harus bersikap jujur. Artinya seorang taekwondoin harus mampu melaksanakan kode etik, moral serta prinsip-prinsip kehidupan.
3. PERSEVERANCE (Ketabahan): Seorang taekwondoin harus memiliki sifat yang tabah. Artinya, tegar dalam menghadapi kesulitan ataupun tantangan, karena tantangan dan kesulitan akan membuatnya berkembang dan dapat memperbaiki diri.
4. SELF CONTROL (Pengendalian Diri): Seorang Taekwondoin harus dapat mengendalikan pikiran dan tubuhnya. Artinya, mampu mengendalikan emosi sehingga dapat mengkontrol aksi dan reaksinya.
5. INDOMITABLE SPIRIT (Semangat Pantang Menyerah): Seorang taekwondoin harus memiliki semangat pantang menyerah atau gigih dalam menghadapi tantangan dan kesulitan, tidak pernah ada kata putus asa.

1 comment Read More

Rahasia Kekuatan Pukulan




Apa Sich RAHASIA KEKUATAN PUKULAN,,do U know???


Ini dia.....= Memukul dengan Tumpuan 2 Kaki
Tenaga dominan paling besar di lingkungan kita adalah gravitasi. Tenaga gravitasi akan memberikan tenaga lebih kuat dibanding dengan tenaga lain dilingkungan sekitar. Jika kita mengamati bentuk tubuh manusia, kedua kaki dirancang untuk melawan gravitasi. Tidak hanya melawan gravitasi, tetapi juga kemampuan otot untuk menyalurkan energi dari gravitasi.
UNTUK MEMAKSIMALKAN ENERGI GRAVITASI,
BERTUMPULAH PADA DUA-KAKI
Dengan kata lain, bertumpu dengan dua-kaki menjadikan gerakanmu lebih efektif. Tumpuan dua-kaki akan memberikan keseimbangan yang lebih baik, lebih kuat dan lebih cepat. Gerakan apapun yang kamu lakukan akan hampir selalu lebih baik daripada pada satu kaki.
Bertumpu pada dua-kaki berarti meningkatkan kekuatan pukulan dan keseimbangan dengan sedikit usaha! Berdirilah dengan sempurna, tumpu badan dengan dua-kaki, dan berputarlah dengan keras! Itu tidak hanya akan membagi berat badanmu 50/50. Tujuan utamanya adalah untuk menerapkan tenaga maksimal dengan dua-kaki, dan sekali lagi, hal itu hanya terjadi jika berat badanmu seimbang dengan sempurna. Ada dua alasan penting mengapa harus memukul dengan tumpuan dua-kaki.
Alasan #1 – memukul dengan tumpuan dua-kaki memaksimalkan kekuatan putaran
Alasan #2
KEKUATAN PUKULAN YANG SESUNGGUHNYA BERASAL DARI TENAGA PUTARAN,
BUKAN TENAGA LINEAR
Setiap pukulan kecuali jab, kekuatan sesungguhnya berasal dari perputaran tubuh. Terutama putaran tulang belakang, ini menghasilkan seluruh kekuatan pukulan. Inti dari tubuh yang terhubung ke pangkal tulang belakang, memutar tulang belakang (dengan bantuan kedua kaki yang memutar badan di lantai).
Setelah tulang belakang memutar dengan kuat, kamu hanya perlu menyalurkan kekuatannya melalui tungkai dan lengan.
Sekarang dengan cara memukul yang umum (tumpuan satu kaki), fighter akan menghasilkan kekuatan dengan mendorong tulang belakangnya kedepan dan menariknya kembali diantara kedua kakinya. Ini seperti kaki yang satu mendorong badan ke kaki yang lainnya, seperti sebuah bola pingpong, melaluinya dan menariknya kembali. Dorongan satu kaki bahkan biasanya memiringkan tulang belakang. Dan hal ini hanya menghasilkan tenaga dari tubuh bagian atas saja (mengabaikan kekuatan tubuh bagian bawah yang lebih besar). Tidak mungkin mengambil kekuatan tubuh bagian bawah dengan memukul dengan “terjatuh”, jadi kamu hanya dapat melakukannya dengan berputar.

Rasakan perbedaannya.....
1. Cobalah gerakan dibawah ini. Berdiri dengan satu kaki, putar tubuh atas, tahan badan bagian bawahmu tetap pada posisinya.
2. Sekarang coba lakukan dengan dua-kaki
Yang mana lebih kuat menurut percobaan kalian???
Jawabannya tidak perlu pertanyakan lagi. Lebih mudah mengumpulkan tenaga putaran dengan menggunakan tumpuan dua-kaki daripada tumpuan satu kaki. Berdirilah dengan tumpuan dua-kaki untuk memaksimalkan kekuatan putaran. Aturan ini juga berlaku bagi apapun seperti meleetakkan sebuah telepon genggam diatas meja dan cobalah memutarnya (tanpa memindahkannya dari titik tengah) menggunakan satu jari. Sangat sulit bukan? Kamu butuh dua titik tenaga untuk memutar sebuah objek tanpa memindahkannya dari titik tengahnya.

Leave a Comment Read More

TIPS PRAKTIS MENGATASI MASALAH STAMINA PADA SAAT BERTANDING



 
Disetiap pertandingan, kita sering menyaksikan seorang atlet hanya bisa tampil maksimal di awal ronde, tetapi di ronde-ronde berikut, staminanya kedodoran. Akibatnya, walaupun atlet tersebut memiliki skill atau teknik yang baik, namun karena faktor stamina yang tidak mendukung, akhirnya ia menjadi hulan-bulanan lawannya.
Secara umum sebenarnya ada dua penyebab utama mengapa atlet bersmsalah pada staminanya. Pertama, karena masalah kurangnya latihan fisik, terutama latihan kardiovaskular. Kedua, masalah psikis, yakni emosi yang tidak dapat dikelola. Faktor emosi yang tak terkelola ini bisa dilihat ketika atlet tersebut bertanding, yaitu ia tampak panik, marah, tegang atau takut (takut gagal/takut malu, dll).
Dari dua masalah utama tersebut ada solusi praktis untuk para taekwondoin dalam mempersiapkan diri sebelum bertanding. Untuk masalah fisik, solusinya harus latihan kardiovaskular yang baik, misalnya: lari. Latihan lari yang dilakukan sebaiknya latihan sprint dengan interval, misalnya sprint 200 m dan interval istirahat 30-60 detik. Lakukan 3-4 kali ini akan mengkondisikan tubuh kita dalam suasana sparing/pertarungan yang eksplosiv. Selain lari, latihan yang paling bagus adalah skipping/lompat tali. Latihan ini sangat bagus untuk taekwondoin melatih kekuatan kaki dan koordinasi gerak.
Untuk masalah yang kedua, dapat dipecahkan dengan sering melakukan sparring tanpa memikirkan ‘ego’. Atlet yang takut/menghindari sparring, atau hanya mau sparring dengan lawan yang lebih mudah, biasanya tidak akan memiliki mental ‘juara’. Dalam latihan harus selalu mengingat: respek/hormati kawan berlatih dan lupakan ego. Kalah atau menang tidak penting, yang utama adalah memberikan yang terbaik dan mendapat pengalaman. Dengan semakin sering melakukan sparring, kita akan semakin terbiasa dalam situasi pertarungan sehingga pikiran kita tenang dan terkendali. Selain itu, yang amat penting saat sparring/tanding harus selalu menggunakan ‘pikiran’, kita harus bisa merencanakan serangan.
Pikiran juga mesti dilatih bagaimana mengatur tempo pertarungan. Saat ‘menyerang’ harus cepat dan keluarkan napas juga dnegan cepat (jangan menahan napas, ini akan membuat kita cepat lelah). Sedang saat lawan di luar jarak serang, tubuh harus rileks dan bernapaslah dengan panjang. Sekali lagi, perhatikan napas kita saat bertarung. Biasanya, karena terlalu tegang dan emosi, kita sering menahan napas. Hal ini akan segera membuat kita lelah karena asupan oksigen ke dalam tubuh berkurang.
Leave a Comment Read More

○○○○○○WTF○○○○○○

○○○Induk kami○○○